Kenali Bahan Cangkang Kapsul untuk Kemasan Obat Herbal Anda

Kenali Bahan Cangkang Kapsul untuk Kemasan Obat Herbal Anda

Cangkang Kapsul digunakan karena kepraktisan dan kenyamanannya untuk mengkonsumsi obat serta dapat menutupi rasa obat seperti manis, pahit, asam, dan lainnya. Selain itu,cangkang kapsul juga dapat menjaga stabilitas obat karena kapsul menjaga kondisi obat dari pengaruh lingkungan disekitarnya. Cangkang itu sendiri biasanya terbuat dari gelatin atau dari pati lainnya yang bersifat stabil di luar tubuh, tetapi mudah larut saat di dalam tubuh.

Pada tahun 2007, produksi gelatin dunia didominasi dari gelatin kulit babi yaitu sebesar 46 persen. Sisanya sebanyak 29,4 persen dari kulit sapi, 23,1 persen dari campuran tulang babi dan sapi, dan 1,5 persen dari tulang ikan, kerang, dan lain-lain. Dalam penggunaan secara keseluruhan, gelatin yang beredar di dalam negeri hampir 90% adalah gelatin impor yang diketahui diproduksi dari bahan baku kulit babi maupun dari tulang dan kulit sapi. Gelatin ini diimpor dari negara China, Jepang, Jerman, Perancis, Australia, India maupun Selandia Baru.

Penggunaan gelatin babi dapat menyebabkan masalah tersendiri khususnya bagi yang beragama Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia. Demikian halnya bagi penganut agama Hindu, sapi merupakan hewan suci yang wajib dijaga. Lebih lanjut, sapi juga relatif lebih mahal dibandingkan babi, sehingga banyak produsen yang lebih memilih babi sebagai bahan pembuatan gelatin.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pengetahuan, banyak ditemukan sumber bahan baku cangkang kapsul alternative yang murah, mudah, halal, dan dapat diterima oleh semua orang untuk mengemas produk obat herbal Anda sendiri.

Bahan pembuatan cangkang kapsul yang telah ditemukan :

# kapsul Gelatin

Cangkang kapsul umumnya terbuat dari gelatin. Gelatin merupakan zat padat yang didapatkan dari kolagen. Kolagen itu sendiri merupakan sejenis protein yang terdapat pada tulang, kulit, atau jaringan pengikat. Umumnya, gelatin diambil dari tulang sapi atau kulit babi. Gelatin memiliki sifat yang stabil di luar tubuh dan dapat mudah larut dalam tubuh. Pembuatan cangkang kapsul yang memenuhi standar tidak menimbulkan efek bahaya pada tubuh jika dikonsumsi terus menerus.

Sumber gelatin dalam pembuatan cangkang kapsul diantaranya :

Selain Gelatin tulang sapid an gelatin kulit babi, telah ditemukan sumber gelatin baru yang lebih murah dan aman yaitu gelatin kulit ikan tuna dan gelatin kulit kambing

Gelatin kulit ikan tuna

Lapisan dermis pada kulit ikan tuna cukup tebal dan mengandung serat kolagen. Kekuatan gel dari gelatin kulit tuna lebih tinggi dibandingkan dengan gelatin dari sapi/babi, yang artinya gelatin kulit tuna akan lebih kuat mengikat suatu bahan. Gelatin dari kulit tuna mampu menghasilkan nanopartikel dengan morfologi dan ukuran yang mirip dengan gelatin mamalia. Namun gelatin kulit tuna memiliki kelemahan diantaranya bau ikan yang menyengat, sehingga perlu disamarkan dengan flavour.

Gelatin kulit kambing

Kulit kambing kaya akan senyawa protein khususnya kolagen yang memiliki potensi untuk diproses menjadi gelatin. Kekuatan gel dari gelatin kulit kambing lebih tinggi dari gelatin sapi/babi. Sedangkan untuk bau dari gelatin yang dihasilkan dari kulit kambing tidak berbau menyengat. Gelatin yang diproduksi dari kulit kambing melalui proses asam maupun basa memiliki karakteristik yang mirip dengan gelatin komersial

# kapsul Rumput laut

Kapsul rumput laut merupakan hasil inovasi yang pada awalnya dikembangkan di laboratorium oleh para perekayasa Pusat Teknologi Agroindustri – BPPT, kemudian dikerjasamakan dengan mitra industri yaitu PT Kapsulindo Nusantara

Rumput laut jenis Eucheuma cottoni termasuk dalam golongan ganggang merah (Rhodophyceae) penghasil karaginan. Karaginan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri farmasi, kosmetik, makanan dan lain-lain. Kegunaan karaginan, antara lain sebagai pengatur kestabilan produk, bahan pengental, pembentuk gel dan pengemulsi. 

# kapsul Kulit pisang

tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) kulit pisang dimanfaatkan sebagai bahan cangkang kapsul keras pembungkus obat non-gelatin. Kulit pisang mengandung karbohidrat atau hidrat arang berupa amilumataupati. Selain itu, memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup. Sehingga akan menambah multi fungsi dari cangkang kapsul yang digunakan.