Pengertian Kontrak Manufaktur

Pengertian Kontrak Manufaktur

Kontrak Manufaktur adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih mengenai pelimpahan proses produksi secara massal. Prosesnya berupa mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual untuk mendapatkan keuntungan.
Berbagai tahapan pembuatan produk mulai dari riset, hingga proses registrasi produk dilakukan oleh perusahaan rekanan yang memberikan jasa kontrak manufaktur (jasa maklon). Kemudian pada akhirnya kepemilikan produk dan brand adalah untuk perusahaan pengguna jasa kontrak manufaktur.

Contoh nyata kontrak manufaktur untuk sebuah produk ini sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah Anda memperhatikan kemasan sebuah produk yang bertuliskan :

 “diproduksi oleh … dipasarkan oleh..”

“diproduksi oleh… untuk…”

“manufactured by …”

Coba perhatikan produk yang Anda gunakan sehari-hari, maka sebagian besar adalah produk dari kontrak manufaktur.

Ternyata tidak hanya perusahaan besar yang menggunakan jasa kontrak manufaktur, tetapi juga perorangan bahkan perusahaan multi level marketing menggunakan jasa ini untuk membuat produk-produk mereka.

Kontrak Manufaktur perlu. Mengapa?

Kontrak manufaktur lazim dilakukan oleh perusahaan karena proses produksi suatu barang yang rumit dan membutuhkan riset, teknologi, mesin, dan tenaga kerja yang membutuhkan modal besar. Dan biasanya sebuah perusahaan tidak hanya memasarkan satu jenis produk saja, sehingga proses pembuatan sebuah produk baru menjadi sangat mahal untuk dikembangkan sendiri.  Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah kontrak manufaktur untuk memangkas proses produksi yang rumit dan mahal.
Berbagai hal tersebut menjadikan kontrak manufaktur untuk sebuah perusahaan maupun perorangan menjadi perlu, dengan demikian pengguna jasa akan lebih bisa fokus memikirkan pemasarannya saja.